BeritaPUBLIKASI

Bawaslu Bima gelar Sosialisasi Penguatan Pemahaman Pemilu Untuk Pemilih Disabilitas

Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Bima, Mulyadin, M.Pd saat memberikan sambutan

Bima.BawasluBimaKab,.- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima menggelar Sosialisasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan Pemilih Disabiltas Pada Pemilu 2024, Rabu (24/01/2024)
Sosialisasi yang dipusatkan di Gedung PGRI Kabupaten Bima itu menghadirkan sejumlah Siswa SLBN 1 Bima dan Siswa dari SLB Al-Muslimun Kec.Woha serta satu orang Penerjemah atau juru bahasa isyarat.
Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Bima Mulyadin, M.Pd yang membuka kegiatan itu menyampaikan, dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum atau Pemilihan Kepala Daerah masyarakat yang sudah berusia 17 Tahun memiliki hak Konstitusional yang sama untuk memberikan hak Pilihnya, dan tidak terkecuali dengan Penyandang Disabiltas.
“Tidak hanya memiliki hak konstitusional yang sama, Bahkan Pemilih disabiltas akan diperlakukan khusus dengan diberikan alat bantu serta dapat mengajukan pendampingan pada saat ingin melakukan Pencoblosan” sebut Mulyadin.

suasana Penyampaian Materi oleh Narasumber, Fahmin Hatib

Selain itu, Mulyadin juga menjelaskan terkait dengan perlindungan hak penyandang disabilitas yang di atur dalam Pasal 27 Undang undang Dasar Tahun 1945, yang mengatur hak setiap warga negara untuk memperoleh kedudukan yang sama di mata hukum dan mempunyai kewajiban untuk tunduk dan taat kepada hukum tanpa ada pengecualian.
“Dan dipertegas oleh Undang undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mengatur penyandang disabilitas memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam jabatan publik” Jelas Pria yang Akrab disapa Mul itu.

Peserta Sosialisasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan Pemilih Disabiltas

Mul berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan itu dapat meningkatkan partisipasi disabiltas dalam memberikan hak Pilihnya dan dapat memberikan edukasi Politik tentang aturan aturan yang melindungi hak pilih penyandang disabilitas.
“satu suara yang diberikan oleh lain, akan dihitung sama dengan satu suara yang diberikan penyandang disabiltas” Pungks Mul.
Untuk diketahui, kegiatran tersebut juga menghadirkan Fahmi Hatib, M.Pd sebagai Narasumber serta Guru Pendapmping Siswa Disabiltas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *