BeritaGaleri FotoPUBLIKASISiaran Pers

Bawaslu Kabupaten Bima: Susksesnya Pilkada Bima 2020 Tidak Lepas dari Peran dan Partisipasi Masyarakat, Terima Kasih Pemilih…

Kordiv Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Bima, Taufiqurrahman, S. Pd saat menjadi Narasumber pada kegiatan Talkshow Bima Menyapa di Studio Bima TV NTB, Senin (15/3/2021)
Momen Talkshow Bima Menyapa dengan Tema “Terima Kasih Pemilih” di Studio Bima TV NTB, Senin (15/3/2021)

Bima, Bawaslubimakab,-Pemilihan Bupati dan dan Wakil Bupati Bima 2020 memiliki tantangan tersendiri, selain dihadapkan dengan bencana nonalam berupa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga kebetulan bersamaan dengan musim hujan. Akibatnya, tidak sedikit Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rubuh sehingga terpaksa harus dipindahkan ke tempat lain karena dihantam angin kencang dan hujan lebat.

Kendati demikian, proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima Tahun 2020 dapat berlangsung secara demokratis, bermartabat serta berkualitas. Bagaimana proses demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020 itu dapat berjalan sukses dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh penyelenggara Pilkada tersebut? Berikut pengakuan Komisioner Bawaslu Kabupaten Bima, Taufiqurrahman, S. Pd melalui momen Talkshow Bima Menyapa yang digelar Bima TV NTB yang bertemakan “Terima Kasih Pemilih”, Senin (15/3/2021)

Menurut Opik, sapaan akrab Kordiv Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Bima ini, suksesnya Pilkada Bima 2020 lalu itu tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang telah ikut berpartisipasi mengawal setiap tahapan selama proses Pilkada Bima 2020 yang dimaksud.

Diakuinya, kesadaran politik dan partisipasi masyarakat Kabupaten Bima dalam mendorong berlangsungnya proses demokrasi yang jujur, adil dan bermartabat sudah relative tinggi. Hal itu terlihat dari sikap dan tindakan masyarakat selama proses Pilkada 2020 yang telah mampu memaknai perbedaan pilihan sebagai hal yang lumrah.

“Kami mangapresiasi masyarakat Kabupaten Bima karena sudah mampu memaknai perbedaan politik itu sebagi hal yang biasa, tidak menjadikan perbedaan itu sebagai ajang yang dapat memicu konflik. Masyarakat Bima sudah sadar bahwa perbedaan pilihan itu adalah hal biasa, meski beda pilihan, tetapi tujuannya sama, yakni ingin menjadikan Kabupaten Bima lebih maju dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Lantas apa langkah strategis Bawaslu Kabupaten Bima dalam menyukseskan Pilkada Bima 2020 lalu? Opik mengungkapkan, langkah awal yang dilakukan oleh pihaknya adalah memberikan penguatan internal jajaran pengawas pada tiap tingkatan yang ada di Kabupaten Bima, kemudian membangun komunikasi yang baik dengan para tokoh dan stakeholder setempat.

Peran pengawas Pilkada, terangnya, tidak hanya mengawasi dan menindak pelanggaran saja, tetapi juga berperan untuk melakukan pencegahan. Karena itu, untuk mencegah terjadinya pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Bima selalu membangun komunikasi yang intens dengan berbagai kalangan serta aktif bersosialisasi guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat ikut berpartisipasi dalam mengawal proses demokrasi.

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah, membentuk kampung pengawasan partisipatif. Selain itu, kata dia, untuk Pilkada Bima 2020 juga terdapat Kader Pengawas Partisipatif yang telah dibentuk oleh Bawaslu Provinsi NTB yang ikut membantu menyosialisasikan tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawal proses demokrasi demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas.

Nah, hasilnya kata dia, sesuai dengan yang diharapkan, yakni Kader Kampung Pengawasan dan Kader Pengawas Partisipatif yang telah dibentuk dan dibina oleh Bawaslu tersebut dapat menjalankan tugas dengan baik, yakni aktif membantu menyosialisasikan tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020.

Hal itu dapat diukur dengan meningkatnya kesadaran masyarakat yang ikut berpartisipasi pada momen Pilkada Bima 2020. “Di Pilkada Bima 2020 ini cukup banyak masyarakat yang berpartisipasi memberikan laporan beserta bukti-bukti penunjang terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum, sehingga kasus yang kami (Bawaslu Kabupaten Bima, red) proses selama tahapan Pilkada Bima 2020 mencapai 44 kasus dugaan pelanggaran. Karena itu, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah ikut membantu sukseskan Pilkada Bima 2020 lalu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *