Agenda KegiatanBeritaPENGAWASANPENGUMUMANPUBLIKASI

Bawaslu Latih Puluhan Kader dan Anggota Kampung Pengawasan partisipatif

Ketua Bawaslu kabupatenn Bima, Abdullah, S.H. sedang menyampaikan sambutan pada saat pembukaan acara pelatihan pengawasan partisipatif di Kalaki Beach Hotel Kalaki, Sabtu (14/3/2020)

Bima,Bawaslubimakab,-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima melatih puluhan anggota kampung pangawasan partisipatif di Kalaki Beach Hotel, Sabtu (14/3/2020)

Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah, S.H., mengaku, pelatihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kader pengawasan partisipatif dan anggota kampung pengawasan partisipatif dalam hal mencegah, mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran pada tahapan Pilkada Bima 2020.

Pelatihan peningkatan kapasitas kader dan anggota kampung pengawasan partisipatif itu penting, kata dia, mengingat luasnya wilayah yang diawasi dengan personil pengawas Pilkada yang terbatas.

Sesuai dengan tagline Bawaslu, lanjutnya, bersama Rakyat awasi Pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu, maka penting membekali masyarakat dengan pengetahuan yang cukup terkait pola pencegahan, pengawasan dan mekanisme pemberian laporan terhadap setiap pelanggaran dalam tahapan Pilkada.

Diakuinya, tanpa partisipasi masyarakat, sulit bagi Bawaslu untuk bisa menegakkan keadilan Pilkada, karena Bawaslu memilki keterbatasan personil, yakni di Kabupaten Bima hanya tersedia 5 (lima) pimpinan Bawaslu yang harus mengawasi 191 desa dan 18 kecamatan, di kecamata hanya tersedia 3 (tiga) personil yang harus mengawasi seluruh desa yang ada di wilayah kecamatan yang bersangkutan, serta di desa hanya diisi oleh 1 (satu) personil pengawas yang harus mengawasi seluruh RT, RW dan dusun yang ada dalam 1 (satu) desa.

Harapannya, kata dia, kader dan anggota kampung pengawasan yang dilatih tersebut, dapat menyosialisasikan kepada masyarakat luas tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam rangka mencegah dan mengawasi terjadinya pelanggaran dalam proses Pilkada, demi terwududnya Pilkada yang demokratis dan bermartabat untuk terpilihnya pemimpin berkualitas dan pro-rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *