BeritaPUBLIKASI

Berkunjung di 3 Tempat yang Berbeda, Mulyadin, M. Pd: Ini Bagian dari Langkah Pencegahan Bawaslu Kabi

Koordinator Divisi P2H Bawaslu Kabi Mulyadin, M.Pd (Kedua Dari Kiri) dan Kepala Sekolah SLB 1 Negeri Bima, Fahmi Hatib, M.Pd (Kedua Dari Kanan)

Bima, Bawaslubimakab,-Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Bima, Mulyadin, M. Pd. berkunjung di 3 (tiga) tempat yang berbeda pada hari Senin (18/09/23). Adapun 3 tempat tersebut adalah, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) yang terletak di Desa Runggu, Kecamatan Belo, kemudian SMAN 2 Woha di Kalampa, dan terakhir di Kantor Camat Woha. Adapun agendanya adalah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait pemilih disabilitas dan pemilih pemula, dan yang terakhir adalah mengahadiri Rapat Anggota Komisariat (RAK) HMI Komisariat pesiapan STIKES Yahya Bima.
Keliling, untuk apa? Pria yang berkarakter ini menjelaskan, bahwa apa yang ia lakukan ini adalah merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Bima, guna meningkatkan partisipasi serta meminimalisasi terjadinya pelanggaran pemilu.
Dibeberkannya, pagi hari di SLBN Bima, ia melakukan koordinasi terkait pemilih disabilitas, kemudian pada siang hari di SMAN 2 Woha melakukan koordinasi terkait pemilih pemula, dan terakhir di Kantor Camat Woha menghadiri undangan RAK HMI Komisariat persiapan STIKES Yahya Bima.

Suasana Koordinasi dengan Pihak SMA 2 Woha dan Pertemuan dengan Anggota HMI Komisariat Persiapan STIKES Yahya Bima.

Lalu apa pentingnya koordinasi terkait pemilih disabilitas dan pemilih pemula? Pertama, kata dia, penyandang disabilitas adalah merupakan warga Negara yang memiliki hak yang sama di dalam pemilu, karena itu perlu dilindungi hak pilihnya, sehingga penyandang disabilitas bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik. Untuk memastikan hal tersebut, maka dibutuhkan koordinasi dengan pihak terkait yang megetahui tentang keberadaan pemilih difabel. Pendataan ini penting, tambahnya,untuk memastikan berapa banyak pemilih difabel? Sehingga KPU sebagai penyelenggara tekhnis dapat memberikan fasilitas pemungutan suara berdasarkan kebutuhan pemilih difabel yang ada di wilayah Kabupaten Bima.
Sementara untuk pemilih pemula, tambahnya, sangat dibutuhkan perannya dalam menyukseskan pemilu. Kenapa? Pemilih pemula adalah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu diberikan pendidikan pemilu sehingga bisa ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pemilu.
Kemudian bagaimana dengan RAK HMI Komisariat persiapan STIKES Yahya Bima? Pastinya, ujar pria yang akrab disapa Bang Mul ini, itu adalah merupakan serangkaian kegiatan sosialisasi guna peningkatan dan penguatan kapasitas kesadaran soal betapa pentingnya pemilu. Sebab, melalui komunikasi dan koordinasi itu, hubungan baik akan tercipta, dan jika sudah terbangun hubungan emosional yang baik, maka akan melahirkan suasana kekeluargaan yang kental, sehingga kerja sama yang baik dapat diwujudkan. “Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat adalah menjadi harapan bersama. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan partisipasi dan kerja sama yang baik dari seluruh komponen yang ada”, pungkanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *