Agenda KegiatanBeritaGaleri FotoPENGAWASANPENGUMUMANPUBLIKASI

Damrah, M. Pd.: Pengawas Pilkada Harus Memahami Aturan dan Memiliki Skill Komunikasi yang Baik

Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bima, Damrah, M. Pd
Suasana Rakernis dalam rangka mengevaluasi Verfak di hotel Kalaki Beach, Senin (6/7/2020)

Bima, Bawaslubimakab,-Bekali diri dengan pengetahuan yang memadai, pahami Tugas pokok dan Fungsi (Tupoksi) dan tingkatkan keterampilan berkomunikasi dalam membangun komunikasi yang baik, tepat dan benar dengan para pihak.

Demikian pesan Koordinator Divisi (Kordiv) Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bima, Damrah, M. Pd. kepada Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) melalui momen Rakernis dalam rangka mengevaluasi tekhnis pengawasan Verifikasi Faktual (Verfak) syarat dukungan Bakal Calon (Balon) perseorangan yang digelar di Hotel Kalaki Beach, Senin (6/7/2020).

Pengawas Pilkada pada setiap jenjang, kata dia, harus menguasai aturan secara komprehensif, memahami Tupoksi dengan baik, serta memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni sehingga dalam menjalankan tugas pengawasan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Karena kata dia, tanpa bekal yang memadai, mustahil bagi pengawas Pilkada dapat menjalankan tugas dengan baik dan benar. Menurutnya, bekal tersebut penting dimiliki, agar dalam menyosialisasikan atau memberikan pemahaman kepada public dalam rangka mencegah dan mengawasi terhadap setiap proses tahapan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020.

Tidak hanya itu, untuk menindak bagi yang melanggar pun harus berdasarkan pengetahuan hukum yang memadai, sehingga tidak salah langkah dalam menindak setiap kasus yang ditemukan oleh pengawas sendiri, ataupun yang dilaporkan oleh para pihak. “Karena kita bekerja atas dasar hukum, sehingga  kita harus menguasai aturan-aturan yang mengatur tentang Pilkada ini secara menyeluruh,” himbaunya.

Menutup pembiciraannya, ia menegaskan kepada peserta rapat untuk memanfaatkan rapat evaluasi tersebut sebagai wadah untuk memunculkan hambatan dan tantangan yang dialami selama pengawasan di lapangan. “Hal ini penting agar kita bisa lebih memantapkan lagi gerakan pengawasan di lapangan untuk yang akan datang,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *