https://sdm.unsam.ac.id/assets/slot-gacor/https://wbs.gianyarkab.go.id/slot-gacor-terpercaya/ Diduga Langgar Tindak Pidana Pemilihan, Kades Mbawa dan Pesa Diproses Bawaslu - Bawaslu Kabupaten Bima

Diduga Langgar Tindak Pidana Pemilihan, Kades Mbawa dan Pesa Diproses Bawaslu

Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bima, Abdurrahman, SH (Tengah) sedang menyerahkan berkas dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilihan yang diduga dilakukan oleh 2 (dua) oknum Kades di Kabupaten Bima, kepada Penyidik Polres Kabupaten Bima, Senin (26/10)

Bima, Bawaslubimakab,-Berdasarkan hasil Pengawasan dan Penanangan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima telah meneruskan/melimpahkan 2 (dua) berkas kasus Dugaan Pelanggaran Pemilihan yang diduga dilakukan oleh 2 (dua)  oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bima yang terlibat dalam kegiatan kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima tahun 2020.

Adapun oknum Kepala Desa tersebut adalah Kades Mbawa Kecamatan Donggo, yang bersangkutan terlibat atau mengikuti kegiatan Kampanye Pasangan Calon Bupati Bima Nomor Urut 2 Drs. H. Syafrudin M. Nor dan Ady (Safa’ad). Dan Kades Pesa Kecamatan Wawo juga mengikuti atau terlibat dalam kegiatan Kampanye Pasangan Calon Bupati Bima Nomot Urut 3 Hj. Indah Dhamayanti Putr idan Dahlan M. Noer (IDP – DAHLAN).

Berkas Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilihan yang diteruskan kepada Polres Bima pada Minggu (24/10) dengan Nomor Temuan; 08/TM/PB/KAB/18.03/X2020 atas nama Terduga AG, sementara untuk berkas yang dilimpahkan pada Senin, 26 Oktober dengan Nomor Temuan; 10/TM/PB/KAB/18.03/X2020 atas nama Terduga RH.

Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bima, Abdurrahman, SH, menjelaskan, penerusan berkas kepada Kepolisian Resort Bima tersebut merupakan tindak lanjut dari proses penanganan serta kajian yang telah dilakukan di Bawaslu Kabupaten Bima selama 5 (lima) hari sejak diregister.

Sebelum berkas perkara itu dilimpahkan, kata dia, pihaknya telah melakukan proses klarifikasi terhadap beberapa orang saksi yang melihat dan menyaksikan peristiwa tersebut kemudian dilakukan Pembahasan Pertama dan Kedua oleh Unsur Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penengakkan Hukum Terpadu Bawaslu Kabupaten Bima.

“Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 8 tahun 2020 tentang Tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah, bahwa Pembahasan Pertama dilakukan untuk menemukan peristiwa pidana Pemilihan, mencari dan mengumpulkan bukti-bukti serta penentuan pasal yang disangkakan terhadap peristiwa yang dilaporkan/ditemukan. Sedangkan Pembahasan Kedua yang telah dilakukan untuk menentukan laporan/temuan apakah merupakan dugaan Tindak Pidana Pemilihan atau bukan dengan didukung minimal 2 (dua) alat bukti. Sehingga dalam pembahasan yang dilakukan tersebut disimpulkan telah memenuhi unsure pasal yang disangkakan berdasarkan 2 (dua) alat bukti yaitu dokumentasi serta saksi-saksi yang melihat dan menyaksikan peristiwa tesebut.

Atas dugaan pelanggaran Tindak Pidana Pemilihan yang dilakukan oleh dua orang oknum Kepala Desa tersebut diduga melanggar Pasal 70 ayat (1) jo Pasal 188 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang. Di dalam Pasal 71 ayat (1) menyebutkan “Pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/POLRI, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon,” terangnya.

Di akhir pembicaraannya, mantan advokat ini kembali berpesan kepada para Pejabat Daerah, ASN, Kepala Desa agar dapat menahan diri untuk tidak ikut terlibat dalam politik praktis selama kegiatan kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima tahun 2020 ini, dapat menjaga netralitas, tindakan yang menguntungkan salah satu pasangan calon tertentu, untuk mewujudkan Pilkada yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *