Agenda KegiatanBeritaPUBLIKASI

Guru Besar Sospol UI: Kehadiran Perempuan Penting untuk Terwujudnya Pemilu yang Jurdil

Momen Pendidikan Pemilu Perempuan yang diselenggarakan secara Daring oleh Bawaslu Kabupaten Bima, Senin (15/11)

Bima, Bawaslubimakab,-Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Valina Singka Subekti, M.Si menyebutkan bahwa kehadiran perempuan sebagai penyelenggara pemilu adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan dan amat penting guna mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

Hal itu disampaiakannya pada saat menjadi keynote speaker pada kegiatan webinar pendidikan pemilu perempuan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Bima pada Senin, 15 November 2021.

Untuk menumbuhkan Indonesia yang lebih kuat dan maju, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan kaum laki-laki saja, namun partisipasi perempuan secara langsung, juga sangat dibutuhkan.

Diakuinya, secara kuantitas kehadiran perempuan, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai peserta pemilu, belum mencapai kuota yang dibutuhkan. Karena itu, ia mendorong agar perempuan bisa terus mengasah diri untuk kemudian berpartisipasi secara langsung dalam membangun demokrasi Indonesia yang lebih baik.

Menurutnya, perempuan sangat cocok untuk menjadi penyelenggara pemilu. Karena untuk menjadi penyelenggara pemilu, urainya, memerlukan ketelitian, kedisiplinan, kerajinan dan integrity. “Perempuan itu lebih solid dan lebih cepat memecahkan masalah,” tuturnya.

Tentunya, tambahnya, agar perempuan dapat berpartisipasi langsung dalam membangun demokrasi Indonesia yang lebih baik, maka perempuan harus mempersiapkan diri secara matang agar menjadi SDM unggul yang memahami system politik, hukum serta budaya Indonesia secara menyeluruh.

Jika kualitas tersebut sudah dimiliki oleh perempuan, maka layak untuk dipromosikan. “Perempuan yang layak untuk dipromosikan adalah perempuan yang berkualitas. Dan bagi siapapun perempuan yang mengisi jabatan-jabatan tertentu nantinya, maka saya berharap agar memiliki keberpihakan yang kuat terhadap perspektif gender,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *