BeritaGaleri FotoPUBLIKASI

Mantapkan Penatakelolaan Administrasi, Staf Bawaslu Dilatih

Ditulis oleh Kisman pada Kamis, 22 Agustus 2019

Bawaslu, Bima,- Guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia pegawai, Bawaslu Kabupaten Bima menggelar pelatihan penatakelolaan adiministrasi dan kearsipan, Kamis (22/08) di ruang rapat Sekretariat Bawaslu setempat. Pelatihan yang berlangsung selama sekitar 5 (lima) jam tersebut menghadirkan Samsul Bahrain, S.IP. M.Si, pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.

Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Kabupaten Bima, Mariam, S. Sos., mengatakan, kegiatan yang diikuti seluruh staf Bawaslu Kabupaten Bima tersebut, bertujuan untuk memantapkan pemahaman staf dalam  menatakelola administrasi di lingkup Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bima. “Kegiatan ini memang sudah kami agendakan dan lebih penting lagi menghadapi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima Tahun 2020 mendatang,” ujarnya.

Mariam menegaskan, pembinaan bagi jajaran staf menjadi agenda penting yang harus dilaksanakan pihaknya, karena staf di sekretariat Bawaslu Kabupaten Bima terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan. “Kami prioritaskan agenda ini khusus bagi tenaga kontrak yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Agar pemahamannya jadi sama, harus intens dilatih dengan menghadirkan nara sumber dari pihak terkait,” terangnya.

Syamsul Bahrain, S.Ip. M.Si dalam arahannya menyampaikan, tata kelola adiministrasi (tata naskah dinas) adalah merupakan hal yang sangat urgen yang harus dilakukan oleh setiap lembaga atau organisasi tertentu.

Dikatakannya, terdapat 3 (tiga) tingkatan manajemen, yakni Top Manager sebagai pucuk tertinggi, Middle manager sebagai tingkat menengah, dan Lower Manager sebagai tingkat terbawah. “Tingkat manajemen  memberikan corak pada sifat pekerjaan yang dilakukan. Semakin tinggi semakin strategis, semakin rendah semakin teknis operasional,” terangnya.

Pemimpin, lanjutnya, harus memahami karakteristik, kemampuan intelektual/pengetahuan, fisik, pengalaman, kebiasaan, keadaan keluarga, nilai yang dianut, tabiat/watak staf. Demikian juga dengan staf, harus bisa memahami alur pimpinan serta memahami tentang tugas dan tanggung jawab yang diemban. “Hal itu menjadi penting, agar dapat secara optimal digerakan untuk pencapaian tujuan organisasi,” pungkasnya.

Selanjutnya, Om Ben, sapaan akrab Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur (OPA) Setda Kabupaten ini, kemudian menjelaskan secara detail tentang bagaimana menatakelola administrasi dan kearsipan yang baik, efektif serta efisien.

Prinsip kerja efektif, lanjutnya, harus dimulai dengan perencanaan yang matang, yakni harus melalui rencana yang benar, dimulai dari apa yang harus dikerjakan, bagaimana, kapan, di mana, serta seberapa cepat pekerjaan tersebut dikerjakan. Kemudian, jadwal harus ditentukan, selaraskan dengan jadwal-jadwal yang lain, diselesaikan dengan baik, meski sulit, dipelihara secara baku, dilaksanakan dengan terampil, teliti, cepat, ukurannya harus sesuai dengan potensi diri, berdasarkan pengalaman catatan-catatan yang lalu oleh organisasi lain, kuantitas serta kualitas. Output dari hal di atas, lanjutnya, akan berdampak pada kondisi kerja yang baik, kesehatan, kebahagiaan, pengembangan diri, serta akan menghasilkan uang. Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. (Kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *