Agenda KegiatanBeritaPENGAWASANPUBLIKASI

Meski Calon Bupati dan Wakil Bupati Belum Ditetapkan, Keberpihakan ASN Sudah Mulai Muncul

Junaiadin Himbau Jaga Netralitas. Jika ASN Tidak Netral, Bawaslu Akan Tindak Tegas

Kordiv Organisasi, SDM , Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Bima, Junaidin, S. Pd. saat memaparkan materi pada momen Sosialisasi Netralitas ASN, TNI, Polri, Kepala dan Perangkat Desa, di SKB Kecamatan Bolo, Rabu (29/1/20).

Bawaslu, Bimakab,-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bima 2015 lalu masuk dalam kategori zona “merah”. Pelanggaran terbanyak yang ditangani oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima adalah pelanggaran yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Demikian kata Koordinator Divisi (Kordiv) Organisasi, Sumber Daya Manusia (SDM), Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Bima, Junaidin, S. Pd. saat memuali pembicaraan pada momen sosialisasi pengawasan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Kepala dan perangkat Desa, di gedung SKB Kecamatan Bolo, Rabu (29/1/20)

Menurutnya, pada Pilkada 2020 ini pun sudah mulai muncul benih-benih yang terindikasi kurangnya kesadaran ASN dalam menjaga netralitas. “Padahal sekarang belum ditetapkan pasangan calon, baru muncul sejumlah bakal calon saja, Bawaslu Kabupaten Bima sudah dihadapkan dengan pelanggaran yang terindikasi tidak netralnya ASN,” tuturnya.

Untuk itu, Joe sapaan akrab Kordiv SDM Bawaslu Kabupaten Bima ini menghimbau ASN, TNI/Polri, Kades dan perangkat Desa untuk menjaga Netralitas selama tahapan Pilkada 2020 berlangsung.

 “Saya harap, pascasosialisasi ini,  tidak ada lagi ASN yang melanggar aturan, sesuai dengan amanat Undang-undang No 5 2014,  Peraturang Pemerintah No 42 Tahun 2004,  Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010,” harapnya.

Dijelaskannya, Jika ada temuan atau laporan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh ASN Prapenetapan calon Bupati dan Wakil Bupati, Bawaslu dapat memprosesnya dengan menindaklanjuti dengan merekomendasikan ke Komisi Aparatrur Sipil Negara (KASN) “Kami melakukan kajian hukum, setalah itu kami akan merekomendasikannya ke KASN untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *