Berita

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Gelar Pagelaran Seni dan Budaya

Atraksi “gantao” dan pemukulan gendang oleh aktor Sanggar Seni La Hila Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima pada momen Pagelaran Seni dan Budaya Bima yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Bima dalam rangka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal, di Paruga Na’e Kara Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Sabtu (16/11/2019)
Seni tari yang ditampilkan pada momen Pagelaran Seni dan Budaya dalam rangka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Bima di Paruga Na’e Kara, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Minggu (16/11/2019
Foto: Kis/Dok Bawaslu Kabupaten Bima.

Bima, Bawaslubimakab,- Secara institusional Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memiliki tugas, wewenang dan kewajiban yang melekat dalam mengawasi proses Pemilihan Umum (Pemilu).

Untuk menunjang terlaksananya pemilu yang jujur, adil, mandiri, dan bermartabat, maka Bawaslu sebagai pengawas pemilu harus berkolaborasi dengan  seluruh pihak terutama warga negara yang mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam proses pengawasan pemilu.

Sadar akan hal itu, Bawaslu Kabupaten Bima, Minggu (16/11/2019) menggelar kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya dalam rangka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal, di Paruga Na’e Bolo, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi NTB.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah, S.H., mengaku, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab Bawaslu setempat dalam menyukseskan Pilkada Bima 2020 mendatang. Menurut Ebit, sapaan akrab Ketua Bawaslu Kabupaten Bima ini, partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan Pemilu/Pilkada yang demokratis, yakni Pemilu/Pilkada yang jujur, adil, mandiri, dan bermartabat.

Selain kegiatan tersebut, Ebit mengaku, Bawaslu kabupaten Bima juga memiliki program pembangunan kampung pengawasan partisipatif, guna melibatkan masyarakat untuk berperan aktif memantau sekaligus mengawasi setiap tahapan pemilu yang berlangsung dalam lingkungannya, demi terwujudnya pemilu yang bersih dan demokratis, bebas dari pelanggaran dan kecurangan.

Pagelaran Seni dan Budaya dalam rangka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal tersebut menampilkan berbagai seni tradisonal Bima, antara lain; tari, gantao, puisi, drama kolosal Bima yang mengangkat cerita tentang pentingnya pemilu yang bersih, jujur, adil, dan bermartabat untuk terpilihnya pemimpin yang pro-rakyat. Dan pada sela-sela acara tersebut, panitia membagi doorprize kepada peserta yang beruntung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *