BeritaPENGAWASANPUBLIKASI

Supervisi di Kabupaten Bima, Ketua Bawaslu NTB Sarankan Peningkatan SDM  

Salah satu momen kunjungan Ketua Bawaslu Provinsi NTB, M. Khuwailid, S. Ag., M.H. di Bawaslu Kabupaten Bima, Rabu (9/3/2022)

Bima, Bawaslubimakab,-Kualitas akan ditentukan oleh pengetahuan serta pemahaman yang mendalam. Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh, maka dibutuhkan kesungguhan untuk belajar dan terus belajar dalam mengasah potensi diri, sehingga bisa menjadi lebih tajam dan terpercaya, serta bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, orang banyak, lingkungan, serta bangsa dan Negara.

Demikian motivasi Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat, M. Khuwailid, S. Ag., M.H. saat melakukan kunjungan kerja di Bawaslu Kabupaten Bima, Selasa (9/3/2022).

Ditegaskannya, belajar itu tidak memiliki batas serta tiada berujung. Karena itu, ia mengingatkan kepada seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bima untuk tidak berhenti belajar serta selalu berbenah pada setiap waktu dan kesempatan, guna lebih memantapkan kesiapan gerakan pengawasan untuk Pemilu dan Pemilihan serentak 2024 mendatang.

Jika sudah sampai pada titik jenuh atau semangat belajar berhenti, lanjutnya, itu menandakan bahwa seseorang itu sudah sombong dan takabur. Sementara sifat sombong dan takabur, tambahnya, adalah sesuatu yang dibenci Allah. “Perbanyak referensi, baca berulangkali, diskusikan, dan jangan pernah berhenti belajar,’ motivasinya.

Karena hanya dengan belajar, pengetahuan serta skill yang mumpuni bisa didapatkan. Karena itu, semangat belajar tidak bisa kendor. Menurutnya, pada setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan, masing-masing memiliki tantangan tersendiri yang dihadapi oleh setiap penyelenggara. Namun, kata dia, tantangan demi tantangan itu tidak akan berarti jika diawali dengan persiapan dan kesiapan yang matang untuk menyikapi serta menindaknya dengan cara yang cepat dan tepat.

Lantas bagaimana cara menemukan formulasi yang tepat untuk itu? Dijelaskanya, jika sudah membekali diri dengan pengetahuan yang memadai, langkah berikutnya adalah melakukan pemetaan social, yakni mengidentifikasi potensi yang bakal menjadi pemicu masalah, serta menemukenali penyebab/akar masalah yang patut diduga dapat berpotensi menimbulkan masalah. “Selanjutnya adalah menyediakan ide serta gagasan untuk pencegahan serta penindakan sebagai solusi terbaik untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis dan berintegritas,” Tegasnya.

Tak hanya itu, ilmu dan skill,  kata dia, adalah sebab, sementara capaiannya adalah akibat sebagai hasil atas kerja keras dan kerja cerdas yang telah dilakukan dengan baik, benar, serta cepat dan tepat. “Jika ilmu dan skill sudah dimiliki, maka akibatnya adalah kesenangan serta ketentraman jiwa akan datang menghampiri kita,” pungkanya, menyemangati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *