Agenda KegiatanBeritaPENGUMUMAN

Webinar Edisi ke-5, Bawaslu Kabi Akan Hadirkan Bawaslu RI

Banner Webinar Pendidikan Pemilu Perempuan Edisi Ke-5

Bima, Bawaslubimakab,-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima akan menghadirkan Komisioner Bawaslu RI sebagai keynote speaker dan 2 (dua) orang narasumber yang terdiri dari 1 (satu) orang Anggota Bawaslu Provinsi NTB, dan 1 (satu) orang lainnya adalah Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, untuk mengisi webinar pendidikan Pemilu perempuan edisi ke-5 yang akan dilaksanakan secara daring pada Jum’at (29/10/2021) mendatang.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bima, Damrah, M. Pd., menuturkan, topik kegiatan webinar pendidikan Pemilu perempuan edisi kelima ini adalah Urgensi Pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu dan Tantangan Bawaslu dalam Menegakkan Keadilan Pemilu.

Untuk mengisi kegiatan webinar tersebut, kata dia, pihaknya menghadirkan Komisioner Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, S.H., M.H., untuk menjadi keynote speaker, Komisioner Bawaslu Provinsi NTB, Umar Achmad Seth, S.H., M.H., dan Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Astuti Usman, S. Ag., M.H., masing-masing sebagai narasumber.

Menurutnya, webinar pendidikan Pemilu perempuan ini merupakan salah satu program rutin Bawaslu Kabupaten Bima dalam masa non tahapan. Kegiatan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas, serta partisipasi perempuan untuk mengambil bagian, baik sebagai penyelenggara Pemilu khususnya di tingkat daerah hingga tingkat adhoc, pemantau Pemilu, maupun sebagai pengawas partisipatif.

Karena itu, ia berharap dalam kegiatan tersebut partisipasi perempuan menjadi peserta semakin meningkat dari webinar sebelumnya. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, akan mampu meningkatkan semangat perempuan untuk membekali diri untuk kemudian ikut berpartisipasi dalam menyukseskan proses demokrasi di Indonesia tercinta ini,” harapnya.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, namun dibuka untuk umum dan bisa diikuti juga oleh semua kalangan. “Baik laki-laki maupun perempuan, kami berikan kebebasan untuk mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kapsitas kepemiluan, supaya peserta yang laki-laki sensitif gender” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *