BeritaPENGAWASANPENGUMUMANPUBLIKASI

Langgar Protokol Covid-19 Saat Daftar, Bawaslu Akan Berikan Teguran Tertulis Kepada Bapaslon

Bima, Bawaslubimakab,-Berdasarkan hasil evaluasi pada saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020 yang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, pada tanggal 4-6 September 2020 lalu, ditemukan tidak satu pun Bapaslon yang mengikuti standar protocol kesehatan Corona Virus Disease (Covid-19).

Padahal, kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah, S.H., mestinya Bapaslon dapat menaati dan mematuhi seluruh rangkaian aturan yang mengatur tentang Pilkada serentak 2020, demi terlaksananya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020 yang demokratis serta bermartabat.

Salah satu syarat untuk dapat dilanjutkan Pilkada serentak 2020, jelasnya, yakni harus mengikuti standar protocol kesehatan Covid-19, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020. “Salah satu yang diatur didalam Perppu tersebut adalah tentang standar protocol kesehatan Covid-19 yang harus dipatuhi secara bersama selama proses pelaksanaan setiap tahapan Pilkada. Salah satu syarat dilanjutkannya Pilkada 2020 ini adalah harus mematuhi standar Covid-19. Itu perintah aturan yang harus ditaati,” tegasnya.

Karena itu, Bawaslu Kabupaten Bima secara lebih dini meminta kepada seluruh Bapaslon agar kiranya dapat mengikuti serta mematuhi standar protocol kesehatan Covid-19 saat melaksanakan kegiatan silaturrahmi, sosialisasi dan kampanye, nantinya.

“Kenapa kami perlu menegaskan lebih dini? Karena pada saat pendaftaran kemarin, tidak satu pun Bapaslon yang mengikuti standar kesehatan Covid-19. Ini belum kampanye, pada saat pendaftaran aja, Bapaslon sudah melangggar,” sesalnya.

Maka, berdasarkan hal itu, Bawaslu akan segera menyampaikan hasil pengawasan tersebut kepada kepolisian serta mengeluarkan surat teguran kepada Bapaslon. “Terkait ketidak patuhan para Bapaslon terhadap protocol Covid-19 tersebut, selain kami akan menyampaikan hasil evaluasi pengawasan kepada kepolisian, juga akan mengeluarkan surat teguran kepada para Bapaslon yang melanggar ketentuan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, terkait pelanggaran terhadap standar kesehatan  Covid-19 saat pendaftaran Bapaslon beberapa waktu lalu, tidak hanya terjadi di Kabupaten Bima, namun seluruh kabupaten/kota serta provinsi, khususnya yang Pilkada serentak 2020 tidak satu pun yang mengikuti protocol Covid-19. “Berdasarkan hasil evaluasi Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kementrian Dalam Negeri (Kemadagri), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terhadap proses pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota beberapa waktu lalu, tidak satupun Bapaslon yg patuh terhadap standar protocol kesehatan Corona Virus Disease (Kovid-19),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *