BeritaPUBLIKASI

Monev Pelantikan PTPS, Hasnun Sebut Bahwa Dalam Hitungan Detik dapat Membohongi Banyak Orang, Tetapi….

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bima Hasnun, S.Pd

Bima, Bawaslubimakab.-Pada saat dua mata pengawas mengawasi tahapan Pemilu, maka dalam waktu yang bersamaan ada ribuan dan bahkan jutaan mata akan mengawasi setiap sikap dan tindakan yang dilakukan oleh pengawas Pemilu di lapangan. Tidak hanya itu, selain ribuan dan jutaan mata itu, juga ada mata tunggal yang tidak pernah salah dalam memandang, yakni mata sang Pencipta. Dalam hitungan detik, kita bisa menipu banyak orang, namun sampai kapan pun kita tidak akan bisa membohongi diri kita sendiri dan Tuhan. Karena itu, jaga integritas dengan menjunjung tinggi aturan yang menjadi panglima tertinggi.

Suasana Pelantikan Pengawas TPS

Pesan moral itu disampaikan oleh Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bima, Hasnun, S. Pd. pada momen pelantikan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di beberapa kecamatan yang dikunjungi olehnya pada Minggu – Senin, 21 – 22 Januari 2024.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Aleks ini, moral dan etika adalah merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh setiap pengawas Pemilu pada setiap tingkatan “Tanpa integritas, Pengawas Pemilu itu bagai makhluk hidup yang tidak mempunyai jiwa dan ruh,” urainya.

suasana Pelantikan Pengawas TPS

Selain kualitas etika dan moral, lanjut Bang Aleks, pengawas Pemilu juga harus intelek, yakni berwawasan luas serta memiliki jiwa kepemimpinan. Hal itu penting, karena sebagai pengawas yang notabenenya tidak hanya harus focus pada produk hukum yang dikeluarkan oleh Bawaslu, tetapi juga harus memahami aturan secara komprehenshif tentang semua rangkaian aturan yang berhubungan dengan kepemiluan, seperti Undang-undang Pemilu, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), serta UU/Peraturan lainnya seperti UU ASN, UU Desa, serta peraturan lainnya.
Karena itu, Bang Aleks menegaskan kepada semua jajaran pengawas Pemilu pada setiap tingkatan di Kabupaten Bima, untuk selalu mempersiapkan diri secara lahir dan bathin. “Bekali diri dengan pengetahuan dan pemahaman hukum secara komprehensif, terus berelaborasi dan berkolaborasi, serta jaga kesehatan baik fisik maupun psikis. Terakhir saya tegaskan, tingkatkan selalu semangat berbekal dan berbenah agar skill terus terasah, jangan sampai sekali-kali naik panggung tanpa konsep. Sebab, setiap orang yang naik panggung tanpa konsep maka sudah pasti turun panggung penuh hina,” pungkanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *