Agenda KegiatanBeritaGaleri FotoPENGAWASANPENGUMUMANPUBLIKASI

Persiapkan Langkah Penanganan, Sentra Gakumdu Bawaslu Kabupaten Bima Gelar Rapat Konsolidasi

Ketua Bawaslu Kabupaten Bima sedang menyampaikan sambutan pada momen pembukaan rapat konsolidasi Sentra Penegakkan Hukum Terpadu di ruang rapat Bawaslu setempat, Senin (22/06/2020)
Melalui rapat konsolidasi Sentra Gakumdu, Senin (22/06/2020), Ketua Koordinator Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Bima, Abdurrahman, S.H. memaparkan tentang pentingnya persiapan dini dalam menentukan langkah penanganan masalah untuk menindak para pihak yang melanggar ketentuan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020.

Bima, Bawaslubimakab,-Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bima, Senin (22/06/2020) menggelar rapat konsolidasi di ruang rapat sentra Gakumdu Bawaslu setempat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah, S.H., menjelaskan, rapat koordinasi itu dilakukan dalam rangka menyiapkan sekaligus memantapkan kesiapan Sentra Gakkumdu dalam menangani pelanggaran pidana pemilu selama proses pelaksanaan tahapan Pilkada Bima 2020.
Tahapan yang sudah di depan mata saat ini, lanjutnya, adalah Verifikasi Faktual (Verfak). Melalui tahapan verfak, tambahnya, tidak menunutup kemungkinan akan ditemukan pelanggaran. “Karena itu, kita perlu persiapkan diri dengan merumuskan langkah terbaik untuk penanganan pelanggaran yang efektif nan efisien. Melalui momen ini, mari kita satukan persepsi dalam memahami regulasi untuk mantapkan kesiapan diri kita dalam menangani pelanggaran tahapan Pilkada,” tuturnya.
Senada, Ketua Koordinator Sentra Gakumdu Bawaslu setempat, Abdurrahman, S.H., menuturkan, setiap tahapan pilkada cukup berpotensi adanya pelanggaran, sehingga dibutuhkan kesiapan yang matang untuk persiapan langkah penanganannya. “Ketika ada pelanggaran, kita sudah siap menanganinya,” tegasnya.
Menyinggung soal verfak, Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bima ini, mengaku, ada beberapa hal yang berpotensi terjadinya pelanggaran terhadap tahapan verfak, antara lain; adalah terkait keabsahan KTP, kemungkinan adanya penyelenggara tekhnis yang tidak melaksanakan verfak, dan beberapa hal lainnya yang mungkin bisa saja terjadi. “Karena itu, kita perlu menyiapkan diri lebih dini untuk langkah penanangan yang tepat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *