Membangun Demokrasi Dimulai dari Ruang Dialog, Bawaslu Kabupaten Bima Sambangi DPD PAN
|
Kabupaten Bima – Di tengah non tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum, Bawaslu Kabupaten Bima gencar menyambangi Partai Politik. Hal tersebut dilatari adanya pemahaman, demokrasi sehat tidak hanya lahir di bilik suara, tetapi juga dari ruang-ruang dialog yang terbuka.
Agenda Konsolidasi Demokrasi ke Partai Politik, kembali dilakukan jajaran Pengawas Pemilu Kabupaten Bima yang digawangi Junaidin tersebut dengan menyambangi Rumah DPD Partai Amanat Nasional (PAN), Kamis (30/7). Ketua DPD PAN Kabupaten Bima Aditya Ardin dalam sambutannya,
mengapresiasi kunjungan Bawaslu. Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara penyelenggara pemilu dan partai politik menjadi modal penting untuk menghadirkan demokrasi yang semakin berkualitas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Junaidin, yang akrab disapa Joey, menjelaskan bahwa Konsolidasi Demokrasi merupakan bagian dari arahan Bawaslu RI untuk memperkuat sinergi dengan seluruh partai politik menjelang tahapan Pemilu 2029.
"PAN menjadi partai keempat yang kami kunjungi. Selain bersilaturahmi, kami ingin mengingatkan pentingnya memperbarui data kepengurusan, sekretariat, dan keanggotaan partai melalui Sipol sebagai bekal menghadapi tahapan pemilu mendatang," ujar Joey.
Ia juga mengingatkan agar praktik pencatutan nama masyarakat sebagai anggota partai tanpa persetujuan tidak lagi terjadi. Menurutnya, administrasi partai yang tertib akan menjadi pondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
Abdullah menilai momentum ini menjadi kesempatan untuk belajar dari evaluasi Pemilu 2024, terutama dalam memastikan keanggotaan partai benar-benar memenuhi syarat dan tidak terjadi keanggotaan ganda.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Hasnun mengajak partai politik terus menguatkan pendidikan politik kepada masyarakat serta bersama-sama mencegah politik uang, isu SARA, dan praktik-praktik yang mencederai demokrasi.
Koordinator Divisi P2H Mulyadin menekankan pentingnya menjaga kualitas data pemilih sejak awal tahapan agar persoalan tidak muncul di kemudian hari. Ia juga mengingatkan agar seluruh proses kampanye nantinya tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Di akhir diskusi, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Taufiqurrahman berharap seluruh proses politik selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, demokrasi akan semakin kuat ketika semua pihak menjalankan perannya sesuai aturan.
Kegiatan ditutup dengan Foto bersama. Bagi Bawaslu Kabupaten Bima, menjaga demokrasi bukan hanya soal mengawasi tahapan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan sejak hari ini.
Penulis : Yudha
Dokumentasi : Muhammad Asyura