Pertemuan Kedua Bawaslu SUPER: Meneguhkan Demokrasi Ideal Demi Kemaslahatan Umat
|
Pertemuan Kedua Bawaslu SUPER: Meneguhkan Demokrasi Ideal Demi Kemaslahatan Umat
Bima, 3 Agustus 2026 – Semangat membangun budaya kerja yang berintegritas kembali menghangatkan ruang rapat Bawaslu Kabupaten Bima melalui kegiatan Bawaslu SUPER (Siraman Spiritual) yang memasuki pertemuan kedua, Senin (3/8/2026) pukul 09.00 WITA.
Kegiatan yang mengusung tema "Demokrasi Ideal untuk Kemaslahatan Umat" ini menghadirkan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H), Mulyadin, sebagai narasumber utama. Hadir pula Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Junaidin, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Taufiqurahman, Kasubag, serta seluruh jajaran staf Bawaslu Kabupaten Bima.
Dalam penyampaiannya, Mulyadin mengajak seluruh peserta melihat demokrasi bukan sekadar proses memilih pemimpin, tetapi sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Menurutnya, demokrasi sejatinya lahir dari rakyat, dijalankan oleh rakyat, dan ditujukan untuk kepentingan rakyat.
Ia menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi, mandat berasal dari rakyat untuk kemudian dijalankan melalui fungsi legislatif yang membentuk peraturan perundang-undangan dan eksekutif yang melaksanakannya. Namun, dalam perspektif Islam, demokrasi yang baik tidak hanya berhenti pada mekanisme tersebut, melainkan harus berlandaskan nilai musyawarah dan mufakat.
"Demokrasi yang ideal adalah demokrasi yang menghargai martabat setiap manusia. Hukum harus ditegakkan secara adil tanpa membedakan siapa pun. Jangan sampai hukum tajam kepada yang lemah, tetapi tumpul kepada yang kuat," tegas Mulyadin.
Ia juga menekankan bahwa keadilan merupakan ruh utama demokrasi. Dalam pandangan Islam, keadilan menjadi jalan yang mendekatkan manusia kepada Allah SWT. Karena itu, keadilan tidak boleh dipengaruhi hubungan pertemanan maupun permusuhan.
"Kita adalah khalifah di muka bumi. Tugas kita adalah berlaku adil kepada siapa pun. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang dibangun di atas integritas. Menjaga integritas bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh peserta dan elemen masyarakat," lanjutnya.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Junaidin, mengapresiasi materi yang disampaikan Mulyadin. Menurutnya, forum Bawaslu SUPER menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat pemahaman spiritual, tetapi juga memperkaya cara pandang seluruh jajaran dalam menjalankan amanah kelembagaan.
"Alhamdulillah, kita bisa berdiskusi dengan baik dalam forum ini. Saya sangat mengapresiasi siraman rohani yang disampaikan Pak Mulyadin. Nilai-nilai yang disampaikan menjadi pengingat bahwa tugas pengawasan pemilu harus selalu dijalankan dengan kejujuran, keadilan, dan integritas," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Taufiqurahman, memaparkan sejumlah agenda penguatan kapasitas internal. Ia menyampaikan bahwa mulai pekan ini akan dilaksanakan kegiatan edukasi penanganan pelanggaran setiap hari Selasa selama tiga minggu ke depan. Selain itu, pada hari Kamis dijadwalkan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor yang dilanjutkan dengan senam bersama sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat dan produktif.
Taufiqurahman juga mengajak seluruh staf untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerja sehingga pelayanan kelembagaan dapat berjalan semakin optimal.
Menanggapi hal tersebut, Junaidin menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program yang telah dirancang. Ia berharap setiap kegiatan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu memperkuat solidaritas, disiplin, dan profesionalisme seluruh keluarga besar Bawaslu Kabupaten Bima.
Melalui pertemuan kedua Bawaslu SUPER ini, semangat demokrasi tidak hanya dipahami sebagai konsep ketatanegaraan, tetapi juga sebagai nilai moral yang menempatkan keadilan, musyawarah, integritas, dan kemaslahatan umat sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Dari ruang rapat sederhana, lahir komitmen besar bahwa demokrasi yang berkualitas selalu dimulai dari manusia yang berintegritas.
Penulis : Yudha
Dokumentasi : Asyura